Paryasop Tangerang

Kenangan



Selasa 30 Mei 2017 09:03 Royal Akira Pangaribuan
Read 85




-Kenangan-

Kenangan adalah harta karun. Sedikit sedikit kita bisa ambil untuk kita pakai dijaman sekarang. Tidak pernah habis ini! Buatlah kenangan, ingatlah kenangan. Diulang ulang tidaklah membosankan, menyadarkan bahwa banyak hal hebat yg sudah pernah kita lakujan di masa lalu. Demikian para cendikia berkata.

1. Pengorbanan Ayah

Seperti cerita seorang kawan waktu minum kopi di suatu sudut warkop di Medan. Oh iya, Warkop di Medan membuat starbuck, maxx dll yg mahal itu menjadi biasa saja. Cobalah ke Machehat, kok tong, bahkan disudut2 pasar rasanya kopi yg disajikan lebih berkelas. Semoga pemerintah yg lamban ini betul2 mau melihat sisi unggul Medan. Bukan unggul di korupsinya saja!

Saya, demikianlah dia memulai kisahnya, seperti yang engkau ketahui berasal dari Onanrunggu masuk dalam! (rokok sampoerna dinyalakan...!)

Tentu saja saya tahu, karena saya pernah ke kampung sikawan ini beberapa tahun lalu, mencari getah pinus untuk diekspor. Bagaimana kita mencari Onanrunggu? Demikianlah, jika kita dari Medan menyisir jalan selatan menuju danau toba, tapanuli, 6 jam kemudian akan sampai di kota (😆😡) Siborong2. Dari Siborong2 belok ke kiri arah Pangaribuan, diperlukan waktu hampir sejam juga untuk sampai ke Kota(😆) Onanrunggu! Dari Onanrunggu diperlukan another 10 km lagi perjalanan untuk sampai ke kampung si kawan! Itulah Onanrunggu masuk dalam, hahahaha! Cobalah situasi ini kita bayangkan 30 tahun lalu, dimana akses ke sana hanya dengan jalan kaki! Sedih kali kurasa hanya membayangkannya..... Hahahahhahaa

"Agak berbeda dengan anak2 lain.. Saya ini keterlaluan bandalnya, di smp pun menikam orang sudah kulakukan" katanya. Oh iya ber smp nya harus ke Onanrunggu 20 km pp! Tak ada niatku belajar, gak ada guna kurasa! Tidak ada bayangan masa depan, tidak ada informasi apapun. Kalaupun lulus sekolah, tetap juga ujung2nya bertani, atau jual barang Aceh!

Demikianlah hari2 smp dijalani, berangkat sekolah, berantam, pulang sekolah, ke ladang, begitulah siklus setiap hari. Sementara orang tua juga sudah angkat tangan, menyerah untuk memberikan pandangan. Heran juga saya mendengar cerita sikawan ini, secara secara fisik, badannya kecil, main tikam2an pulak! Tapi ada memang kudengar bahwa yg badannya kecil, otaknya cerdas, pintar, juga bandal gak karuan. Seperti Napoleon! God is good in many ways lah!

Disuatu waktu, lanjutnya sambil menyeruput kopi susunya, musibah terjadi. Kaki bengkak besar, tidak bisa jalan. Apakah ini karena datu2, kena gigit nyamuk kaki gajah tidak taulah. Namanya jaman masih jahiliyah berbagai hal terjadi. Kurasa karena infeksilah! Bayangkan babi pun masih berkeliaran disekeliling rumah. Masih hidup berdampingan dengan damai bersama manusia seperti tuts piano! Sekali kaki yang luka terkena kotoran babi, ajablah!!

Tidak bisa jalan berarti tidak sekolah. Heppi jugalah! Tah apa gunanya sekolah itu.
Sang Ayah yang baru pulang dr ladang mendekatinya yang sedang duduk dihalaman rumah. Menawarkan win2 solusi yang kemudian dikenang seumur hidup..
Anakku, sekolah dan pendidikan itu penting, hanya itulah yang bisa membuat masa depan bisa berubah... Mulai besok, kau akan kusorong kau (sorong-wheelbarrow) ke sekolah. Yang penting jgn tinggal kelas, dan tidak berantam! Begitu saja petunjuk ayahnya. Singkat sekali. Demikianlah setiap hari selama sebulan sampai kaki sembuh. Pulang pergi rumah sekolah dengan total jarak tempuh total 20 km. Tanpa keluhan dr ayah, yg juga harus melupakan pekerjaan diladang selama hampir sebulan! Pengorbanan luar biasa!

Selanjutnya adalah kenangan indah, sikawan seperti disadarkan. Sekolah menjadi rajin, peringkat kelas naik terus sampai menjadi juara. Diterima di SMA terbaik di daerah tapanuli, mendapat beasiswa dr bumn, dst, dst. Sampai pada karir yg bagus disalah satu BUMN di negeri ini.

Saya terkesima, terpesona. Kulihat si kawan menahan harus. Menjadi seorang Ayah ternyata susah luar biasa, pengorbanan juga besar.. Saya yg masih Ayah muda langsung lemas, kontemplasi meluncur, kecil sekali yg sudah kulakukan sebagai ayah dibanding ayah si kawan!

3 jam berjumpa di warkop ini. Kopi susu masing masing sudah dua gelas, sebungkus sampoerna sudah habis dibagi dua. Tetiba merokok rasanya menjadi nikmat sambil mendengar cerita! Perasaan luar biasa. Jumpa saat berpisah, saling berjabat tangan, berjanji jumpa lagi dengan kisah kisah lain. Semoga punya kesempatan menceritakan kisah ayahanda tercinta. Timbul tekad dalam hati utk melakukan yg terbaik sebagai seorang ayah!

Hanya karena sebuah kenangan tiba2 seperti menemukan harta karun!

Royal97